(Front Office Perpustakaan Kota Waringin Barat)
Mendengar kata perpustakaan, yang tergambar di pikiran banyak orang
adalah tempat dengan lorong-lorong panjang dan sepi, dengan tumpukan
buku-buku yang berdebu. Dan aktivitas yang dilakukan pun hanya sebatas
pinjam meminjam buku yang itu-itu saja. Sehingga perpustakaan bukan
menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk menambah pengetahuan
Untuk
mengubah pandangan masyarakat itu Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI)
dengan dukungan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) membentuk
program yang disebut Perpuseru. Tujuannya untuk mengembangkan
perpustakaan di Indonesia menjadi pusat belajar masyarakat berbasis
Teknologi Informasi, bukan sekedar pinjam meminjam buku. Namun juga
memberdayakan perempuan, pemuda dan pengusaha mikro sehinggga kualitas
hidup masyarakat meningkat.
Untuk
mewujudkan keinginan itu, Perpuseru mengadakan banyak program,
diantaranya memberikan fasilitas komputer dan peralatan pendukung lain
sebagai dorongan untuk peningkatan akses layanan IT/ICT, serta
memberikan pelatihan dan pendampingan kepada staff Perpustakaan dan
Suporter Perpustakaan.
Menurut Triyono, Program Advocacy Manager
PerpuSeru saat ini telah ada 34 Perpuseru yang tersebar di berbagai kota
di Indonesia, Kamis, 11 Desember 2-14 di Kota Waringin Barat, Pangkalan
Bun, Kalimantan Tengah.

Di perpustkaan Kota Waringin Barat ini telah tersedia 30 ribuan koleksi
buku. Dan setiap setahun dua kali dilakukan penambahan koleksi buku-buku
baru. Aktivitas di perpustakaan ini, selain pinjam meminjam buku, juga
diadakan pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan oleh para relawan.